Strategi News — Tidak beralasan. Itulah penilaian Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atas serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran terhadap Uni Emirat Arab. Pernyataan keras dari Riyadh ini mempertegas keretakan hubungan antara dua kekuatan besar kawasan Timur Tengah yang selama ini bersaing pengaruh.
Mohammed bin Salman: Serangan Iran Tidak Ada Justifikasinya
Mohammed bin Salman secara terbuka mengecam tindakan Iran. Putra Mahkota yang juga Perdana Menteri Arab Saudi itu menyebut serangan terhadap UEA tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan.
Kecaman dari Riyadh datang di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, di mana UEA dan Arab Saudi selama ini berdiri di barisan yang berlawanan dengan Iran dalam berbagai konflik regional, termasuk perang di Yaman yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Baca Juga:
Ketegangan Teluk yang Kian Memanas
Serangan rudal dan drone Iran ke wilayah UEA bukan kali pertama terjadi. Kelompok Houthi yang didukung Iran dari Yaman sebelumnya juga telah melancarkan serangan ke wilayah-wilayah di kawasan Teluk. Situasi ini terus memperburuk stabilitas di salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.
Arab Saudi dan UEA adalah dua dari sekutu paling erat di kawasan Timur Tengah. Sikap Riyadh yang terang-terangan membela Abu Dhabi mencerminkan solidaritas di antara negara-negara Teluk yang selama ini berhadapan langsung dengan ambisi regional Teheran.
Pihak Iran maupun otoritas UEA belum mengeluarkan pernyataan resmi lanjutan sebagai respons atas kecaman Mohammed bin Salman, sebagaimana dilaporkan Sindonews. Komunitas internasional memantau perkembangan ini dengan cermat, mengingat eskalasi di kawasan Teluk berpotensi berdampak luas pada pasokan energi global dan stabilitas geopolitik.
Editor: Nunung Septiana