Iran Ajukan 14 Poin Balasan ke AS: Minta Penarikan Penuh Pasukan dan Kompensasi Perang

Strategi NewsIran menyampaikan proposal balasan berisi 14 poin kepada Amerika Serikat, menuntut penarikan penuh pasukan AS dari kawasan Timur Tengah dan pembayaran kompensasi akibat serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu. Proposal tersebut dikirimkan melalui Pakistan sebagai perantara, merespons tawaran 9 poin dari Washington.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan pada Sabtu (2/5) bahwa proposal balasan itu sudah disampaikan ke pihak AS pada Selasa (28/4). Teheran menolak framing gencatan senjata sementara yang ditawarkan Washington dan menekankan bahwa perundingan harus berfokus pada “mengakhiri perang”, bukan sekadar jeda pertempuran.

Bacaan Lainnya

30 Hari vs 2 Bulan: Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara AS

AS mengusulkan gencatan senjata dua bulan. Iran menawarkan jangka waktu lebih singkat, 30 hari, tapi dengan target yang berbeda secara mendasar. Bagi Teheran, 30 hari itu bukan untuk jeda, melainkan untuk menyelesaikan isu-isu utama secara permanen.

Tuntutan Iran dalam proposal 14 poin itu mencakup beberapa klaster besar. Di bidang militer, Iran meminta penarikan pasukan AS dari wilayah dekat perbatasannya disertai jaminan tidak ada agresi lanjutan. Di bidang ekonomi, Iran menuntut pencabutan blokade angkatan laut, pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan, pelonggaran sanksi, dan pembayaran kompensasi.

Proposal itu turut menyerukan penghentian pertempuran di berbagai front, termasuk di Lebanon. Iran juga mendorong pembentukan mekanisme tata kelola baru untuk Selat Hormuz, jalur laut yang menjadi pintu utama ekspor minyak global.

Kronologi: Dari Serangan 28 Februari hingga Perundingan Islamabad

Konflik ini bermula pada 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota Iran. Pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut bersama beberapa komandan senior dan warga sipil.

Iran membalas dengan gelombang rudal dan drone yang menyasar Israel serta kepentingan-kepentingan AS di Timur Tengah. Gencatan senjata baru mulai berlaku pada 8 April, membuka jalan bagi perundingan di Islamabad antara delegasi Iran dan AS. Perundingan itu gagal menghasilkan kesepakatan.

Kini Iran menunggu tanggapan resmi dari Washington atas proposal 14 poin yang sudah mereka kirimkan.

Penulis: Neneng Nurhayati
Editor: Pablo Gerald

Pos terkait